Monday, March 26, 2012

Pride and Prejudice



Goodreads.com

Thursday, August 05, 2010

Nomer Layanan Darurat

Kalau terjadi sesuatu hal yang darurat, kecelakaan misalnya, di sekitar kita, bagaimana kalau kita tidak mengetahui nomer telepon yang bisa dihubungi? Nah, berikut nomer yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat:
  • Layanan Ambulan: 118
  • Layanan Emergency: 112
  • Layanan Pemadam Kebakaran: 113
  • Layanan Polisi: 110
  • Layanan SAR: 115
Semoga bermanfaat

Tuesday, July 27, 2010

Kisah Santri Pondok Madani

Ada satu buku menarik yang saya beli di Toko Buku Gramedia di Malioboro Mall. Buku ini berjudul Negeri 5 Menara, karya A. Fuadi. Yang jelas, sudah agak lama penasaran dengan buku ini, apalagi setelah melihatnya di talk show Kick Andy.

Bukunya sendiri menceritakan kisah kehidupan sang penulis, ketika nyantri di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo yang dalam buku ini dituliskan sebagai Pondok Madani. Tokoh Alif, yang merupakan sang penulis dalam novel ini, dikisahkan memiliki setengah hati untuk meneruskan pendidikan lanjutnya setelah lulus Madrasah Tsanawiyah, ke sekolah agama. Paksaan Amak, yang tidak diduga oleh Alif, terpaksa dilakukannya, padahal dia sendiri menginginkan bersekolah di sekolah umum, bersama Randai, teman yang sekaligus menjadi sparring partner-nya. Mesipun masih setengah hati, namu Alif terinspirasi oleh semboyan Arab yang menjadi patokan hidup di pesantren Madani, yaitu Man Jadda Wa Jadda, “Siapa yang berusaha sunguh-sungguh, akan berhasil” dan dengan semboyang yang menjadi mantra tersebut, akhirnya Alif bisa menyelesaikan studinya di Pondok Madani, bersama rekan-rekannya Shahibul Menara, yang menjadi tokoh dalam novel ini.

Sekilas, Alif bersama sahabat menaranya mirip dengan Ikal beserta Laskar Pelangi, tetapi terdapat berbagai perbedaan, khususnya pandangan cerita tersebut. Sama-sama mengisahkan impian yang bisa dicapai dengan usaha yang luar biasa, Negeri 5 Menara lebih konsen akan kisah kehidupan sehari0hari di kehidupan pesantren, yang selama ini masih belum tampak oleh masyarakat umum secara detail.

Juga meskipun mengisahkan kehidupan sekolah agama, buku ini tak lantas bermuatan ajaran agama Islam, tapi lebih ke nilai-nilai yang bisa dicerna pemeluk agama lain. Yang jelas buku ini sangat bagus, dan patut untuk menjadi bahan pembelajaran, terutana bagi yang suka dengan buku-buku menggugah semangat. Bravo buat Ustad A. Fuadi, sang penulis.

Friday, August 21, 2009

Monday, February 23, 2009

Laskar Pelangi

Tetralogi Laskar Pelangi, agak terlambat aku membacanya. Baru minggu kemain dibaca, dari kamis malam sampai senin malam, habis keempat-empat bukunya!

Agak aneh, daya untuk mengambil buku-bukunya baru ada pada saat sebelum aku mulai serius membaca buku ini.

Kisahnya memang bagus, memikat, mendayagunakan impian kita serta mengharubirukan. 11 orang laskar pelangi (ditambah dengan kehadiran Flo, yang pindah dari Sekolah PN), plus perjuangan Arai, sepupu dari Ikal, sang tokoh utama. Mereka punya impian sendiri yang berusaha diwujudkan, meski keterbatasan selalu menghadang.

Impian, memang seoalah seperti harapan yang bakal sulit untuk dicapai. Tapi tetralogi Laskar Pelangi, sungguh mengajarkan arti dari impian. Impian untuk bisa lebih baik lagi dan lebih bahagia lagi.

Good Books!

Tuesday, February 10, 2009

Lagi Senang Ber-FaceBook

Sesudah dulu friendster, kini rasanya setiap online harus buka facebook.com


Hehehe :)

Saturday, January 10, 2009

Saatnya Kembali


Di kala penat sudah melanda
Keringat sudah bercucuran
Tenaga sudah banyak terbuang

Tuhan memanggil ke rumahnya
Saatnya kembali
Pulihkan batinmu
Dengan asa kembali ke haribaan-Nya

Friday, January 09, 2009

Satu Lembar Kertas Terbuang



Kurang kata yang! Akhirnya satu lembar kertas itu sudah dipakai karena kurang kata yang. Hal yang sepele, memang! Tapi aku jadi ingat sebuah percakapan lama di kantor lama. Konteksnya memang sekedar guyonan, sih. Intiya, kalau mau ngeprint, harap diperiksa dulu karena kalau salah menagkibatkan buang-buang kertas. Dan akibatnya bakal anyak pohon yang ditebang karena kertas yang terbuang-tidak terpakai tersebut.

Saya tidak tahu berapa banyak pohon yang ditebang guna selembar kertasnya, secara pasti. Tapi pengalaman kemarin, saya harus membuang selmebar kertas gara-gara kurang kata yang, rasanya mengingfatkan kembali pada percakapan lama tersebut.

Berarti hanya sekedar kata yang, saya sudah turut berperan serta, mengurangi jumlah pohon di muka bumi, berapa pun banayknya!

Duh Gusti!

Wednesday, December 31, 2008

Gagal

Hari ini, diawali dengan sebuah kegagalan.
Gagal.
Gagal.
Gagal.

Saturday, December 20, 2008

Tontonan 80-an

80-an. Mengenang masa kecil, tentu bukan hal yang mudah. Tetapi kalau yang dikenang adalah hal-hal yang disuaki, tentu mengenangnya akan membuat senang kita. Masa delapanpuluhan adalah masa dimana aku melaluinya dengan seringnya memakai seragam putih merah, karena pada masa itu saya masih berkedudukan sebagai pelajar Sekolah Dasar. Karena itu, banyak kenangan yang menyenangkan lebih banyak bertemakan tentang hiburan semacam tontonan film kartun di TV ataupun video (masih terkenang-kenang!).

Yang menyenangkan adalah beberapa kali aku memiliki teman yang menjadi tempat cerita tentang kenangan ini. Misalkan ketika tinggal di asrama, sempat sharing masalah tontonan masa kecil dengan Fathul, sebagai contoh, atau sedikit melongok kenangan masa lampau dengan Henkie, rekan kerja sekarang ini.

Apalagi teknologi sekarang memudahklan kita untuk mengenang kembali. Youtube! Ya, dengannyalah, kita bisa mendownload potongan-potongan film masa lampau tersebut. Mau apa, Voltus V, Lion Man, Kamen Rider, Gaban, Sharivan, ataupun banyak yang lainnya, tersedia di sana. Juga kalau mau bisa sedikit kreatif, mp3 theme song-nya bisa dicari di internet juga.

Ah, jadi pingin kembali ke masa lalu :)

Friday, December 19, 2008

Seleksi Fasilitator PNPM Perdesaan di Jateng


Wuah, akhirnya..... setelah memakan waktu yang cukup lama dan melelahkan, selesai pula seleksi aktif calon fasilitator di PNPM Perdesaan di Provinsi Jawa Tengah. Dengan jumlah pelamar sekitar 3000-an, untuk mendapatkan fasilitator baru sejumlah 400-an orang, bukanlah hal yang mudah.

Akhirnya, saat ini, tahap seleksi tinggal pada tahap pelatihan pra tugas, dan artinya tugas sudah dilimpahkan kepada panitia lain, guna menentukan hasil akhir. Kepada calon fasilitator, selamat berjuang, semoga sukses. Selamat datang di dunia pendampingan masyarakat- untuk Bangkit Bersama dengan Kemandirian Masyarakat.

Wednesday, December 03, 2008

Bangkit Bersama untuk Mandiri


Sudah lama iklan, dengan jingle lagu..... "bangkit bersama untuk mandiri" ini muncul di berbagai acara televisi. Kondisi yang ditampilkan dalam iklan PNPM tersebut memang menggambarkan wujud "kebangkitan" masyarakat Indonesia dengan ditopang oleh Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri).

Bisakah slogan ini diwujudkan? Iklan yang tayang di televisi sudah membuktikannya, bahwa sebagaian masyarakat di Indonesia sudah melaksanakannya. Yang diperlukan, adalah kesuksesan dalam iklan itu ditularkan kepada segenap penyelenggaraan PNPM itu sendiri di seluruh kawasan Indonesia.

Saya yakin bisa itu.
Ayo, Bangkit Bersama untuk Mandiri

Saturday, August 16, 2008

Selamat Hari Kemerdekaan INDONESIAku


Merdeka!
Rasanya kali ini tidak seperti mengulang masa-masa setiap agustusan yang lalu.
Hanya seremoni-seremoni berllau tanpa merasakan makna kemerdekaan itu.

Kita hidup memnag bukan di masa penjajahan
Kita hidup di masa merdeka.
Merdeka.
Dimana pembatasan penjajahan dan merdeka itu adalah pada hari yang sellau dirayakan setiap tahunnya.
Tapi hari itu sudah sering menjadi seremoni berlalu. Yang berulang-ulang.
Padahal, banyak yang diperjuangankan oleh para pendahulu kita.
Kita tidak merasakannya, tetes keringat, cucuran darah, air mata yang mengalir deras
sampai pada pengorbanan nyawa.....
Teringat pada suatu adegan, dalam sebuah film. Nagabonar berterial lantang kepada patung Jenderal Sudirman, "Jenderal, turunkan tanganmu!"
Memang, patung itu menunjukkan Sang Jenderal besar yang berpose tangan berada dalam sikap menghormati, tapi menghormati apa? Mobil-mobil yang berseliweran di depan patung sang Jenderal? Bukannya terbalik, kita yang harus menghormati?

Ah, tetap saja aku harus bersyukur kepada Tuhan, atas kemerdekaan ini.
Tapi, hormat dan terima kasih sih pun harus banyak tergumama
untuk para pejuang kemerdekaan
yang nilai kepahlawanannya sekarang tenggelam di masa, justru dimana banyak orang yang malah mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi.
Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia
Selamat untuk Seluruh Rakyat INDONESIA
Semoga merdeka selalu

pic taken @ http://deen10february.files.wordpress.com/2007/08/bendera.jpg

Wednesday, August 13, 2008

Salah Satu Kelemahan GMail

Tidak ada yang sempurna. Frase seperti ini memang harus kita ingat terus, untuk tidak menjadi sombong akan kelebihan kita. Tak hanya untuk manusia semata, kalimat tersebut berlaku juga untuk produk buatan manusia.

GMail. Webmail yang banyak direferensikan sebagai salah stau webmail terbaik juga memiliki kelemahan. Yang agak sulit, adalah ketika kelemahan yang didapat justru merupakan kelemahan yang cukup merugikan. Kalau sekedar penampilan, mungkin tidak terlalu merugikan, tetapi apabila tidak bis amenggunakan file attachment yang terkirim, tentu saja hal tersebut sangat merugikan.

Inilah yang dialami. Sebuah email ber-attachment yang dikirim dari sebuah akun Yahoo! ke sebiaha akun Yahoo! dan GMail. Attachment yang dimiliki adalah sebauh file dengan nama yang agak panjang. Ternyata GMail tidak mampu menyajikan nama file tersebut dengan lengkap, memotong nama file bahkan menghilangkan ekstensi file. Sehingga setelah attachment file didownload, tidak bisa dibuka karena Windows tidak dapat mengenal file tak berekstensi tersebut.



Bandingkan dengan akun Yahoo! yang menerima email yang sama dibawah ini:



Akun Yahoo! masih bisa menyertakan nama file dengan lengkap, juga setelah didownload, file attachment masih bisa digunakan.

Tulisan ini bukan untuk menjelek-jelekkan GMail. Saya tetaplah salah stau pengguna GMail. Ada beberapa kelebihan GMail, dibandingkan Yahoo! maupun webmail lainnya yang menurut saya sudah luar biasa, Tapi mungkin, memnag yang perlu dingat adalah, tidak ada yang sempurna. Yang Sempurna hanyalah Tuhan.

Tuesday, August 05, 2008

Bandung, Kapan Kita Akan Berjumpa Kembali?

Ada satu kenangan lama tentang Bandung.
Dulu, pertamakali aku menangis adalah di kota ini.
Pertamakali mengenal kata di kota ini.
Dan paham akan dunia, juga di kota ini.

Sabtu, 12 Juli 2008.
Aku kembali ke kota ini.

Minggu, 13 Juli 2008.
Ada mata-mata indah menyambut kami.
Juga memberi pelajaran untuk kami, indahnya berkasih sayang.

Bandung, terima kasih.
Kapan kita akan berjumpa kembali?

Tuesday, June 17, 2008

Antara Holmes, Poirot, dan Mason

Terinspirasi dari topik yang disajikan oleh kunderemp di sini, tentang perbandingan antara Holmes, Poirot, dan Mason, saya ingin mengangkat mengenai perbandingan ketiga tokoh tersebut menurut pandangan saya.

Kebetulan, saya memang sudah pernah membaca ketiga tokoh itu dalam novelnya, meskipun tidak lengkap. Sherlock Holmes dan Hercule Poirot adalah detektif, sedangkan Perry Mason adalah seorang pengacara, namun melakukan identifikasi masalah dengan cara deduksi sehingga mirip dengan seorang detektif.

Pertanyaannya, apakah layak ketiga tokoh tersebut disandingkan dalam sebuah perbandingan komparatif? Menurut saya, sebenarnya tidak, mengingat perbedaan zaman penulisan serta perbedaan era penulisan sehingga kita akan mendapatkan banyak perbedaan yang agak sulit untuk sekedar membandingkan begitu saja.

Tetapi dalam topik tersebut, memang dimaksud untuk membandingkan ketiga tokoh tersebut. Kalau diminta memilih, prioritasnya adalah Holmes, Poirot baru Mason. Holmes, meskipun kasusnya tidak selalu mendebarkan, tetapi keanehan misterinya memang sangat menarik untuk disimak. Apalagi abgaimana dia bisa mengungkapkan suatu misteri dnegan pengamatannya. Poirot menarik juga, sayangnya beberapa kasus seringkali dipecahkan dengan metode kesaksian. Sedangkan Mason, jelas-jelas sebagai pengacara, lebih berkutat pada permainan di sidang untuk mendapatkan suatu kebenaran.

Debatable memang, tapi pilihan tetaplah harus dijatuhkan. Dan itulah pilihan saya.

Thursday, June 12, 2008

Political Compass Saya

Berdasarkan informasi dari sis ndugu di sini, posisi politik dan ekonomi saya, setelah mengikuti tes online di situs PoliticalCompass, saya mendapatkan hasil tes sebagai berikut:

Your political compass
Economic Left/Right: -3.88
Social Libertarian/Authoritarian: 1.38



Ehm, bagaimana dengan Anda?

Tuesday, May 27, 2008

Jika Aku Menjadi....

Pernah mendengar kisah Umar bin Khattab mengangkut sekarung gandum untuk seorang rakyat miskin? Hal itu disebabkan setelah sang khalifah mau bersusah payah mengunjungi keadaan rakyatnya, dan beliau terkesiap menyaksikan bagaimana rakyatnya harus kesulitan untuk menanggung beratnya beban hidup.

Mungkin sulit membayangkan, pemimpin kita mau mengunjungi rakyat kecilnya secara diam-diam, tanpa diketahui oleh pengawalnya, untuk memperhatikan bagaimana keadaan rakyatnya yang terbelenggu akan kemiskinan.

Tapi bagiku, ada yang menyejukkan, justru dalam salah satu acara reality show di sebuah stasiun televisi swasta. Judulnya Jika Aku Menjadi...


Gambar tayangan acara Jika Aku Menjadi..... diambil dari satrioarismunandar6.blogspot.com

Acara ini mengisahkan seorang wanita karir, mengunjungi sebuah keluarga yang minim penghasilannya, dan hidup bersama, merasakan bagaimana perjuangan keluarga miskin tersebut, ikut merasakan penderitaannya, juga membagi pengalamannya ke pemirsa acara tersebut di seluruh Indonesia.

Memang, bukan sosok pemimpin rakyat kita yang terjun ke kehidupan si keluarga miskin tersebut, tetapi dengan ditayangkannya acara tersebut, bisa membuka mata bagi banyak orang, khususnya orang kaya di negara kita.

Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kisah hidup keluarga miskin tersebut. Meskipun mereka miskin, mereka tak pantang menyerah. Mereka bukan miskin karena mereka malas, bahkan justru banyak dari mereka yang kerjanya lebih keras dibandingkan orang-orang yang lebih beruntung daripada mereka. Mereka tidak berminat merendahkan harga diri untuk menjadi pengemis, bahkan di kala penghasilan sebagai seorang pengemis justru lebih tinggi dibandingkan mereka. Malahan, kita bisa banyak mendapatkan pelajaran dari mereka. Kerendahatian, jujur, bersih hati, semangat, etos, nilai positif, dan masih banyak lagi.

Yang menarik, adalah hari tayang acara ini, yaitu pada hari ahad sore. Di saat besok pagi banyak karyawan yang enggan-engganan kala masuk ke kantor karena sebelumnya hari libur, dengan menyaksikan acara ini, rasa itu seharusnya bisa hilang, kalau tak ingin puna semangat kalah dari orang-orang miskin tersebut.

Terima kasih, Trans TV. Semoga acara ini bisa langgeng dan terus membawa manfaat.

Wednesday, May 21, 2008

Baksos AjangKita.Com Bandung, 6 Juli 2008

Insya Allah, situs fordis AjangKita pada tanggal 6 Juli 2008, kembali melaksanakan acara bakti sosial yang kedua. Rencana, acara akan diselenggarakan di Panti Asuhan Panti Asuhan Pemberdayaan Umat, Jln. Suniaraja Gg. Apandi III No. 74/11A Bandung. Sekalian sambil beramal demi berlangsungnya acara bakti sosial tersebut, para AK-ers yang berminat bisa membeli juga kaos AjangKita.Com



Gambar papan alamat lokasi baksos (update foto dari etca, trims ya)



Gambar kaos AK, designed by etca



Kenangan Baksos AK pertama di Jakarta

Tuesday, May 13, 2008

Gaudeamus Igitur dan Karena Cinta

Bulan ini adalah bulan Mei. Beberapa tahun yang lalu, tuntas aku menamatkan jenjang pendidikan S1, dengan mengikuti wisuda di Grha Sabha Pramana, UGM. UGM, memang melaksanakan wisuda, salah satunya adalah tiap Mei, tanggal 19, periode kedua dari empat kali wisuda dalam satu tahun.

Prosesi wisuda rasanya tidak perlu dijelaskan. Tapi ada dua lagu, yang saat itu dinyanyikan dalam acara wisuda, oleh PSM UGM, yang sangat berkesan bagiku, Gaudeamus Igitur dan Karena Cinta. Gaudeamus Igitur berkesan karena rasanya begitu "megah", alunan liriknya yang tidak dimengerti artinya -baru belakangan ini mengerti lirik dan artinya- tapi nuansanya begitu membanggakan. Sedangkan lagu Karena Cinta, sebenarnya bukan pertama kali saat itu mendengarnya, tapi di saat wisuda itulah, aku pertama kali terkesan dengan liriknya, begitu "pas' dengan suasana wisuda.

Lirik lagu Gaudeamus Igitur, diambil dari situs ini

Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.


Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre.


Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.


Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quodlibet
Vivant membra quaelibet
Semper sint in flore.


Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae amabiles
Bonae laboriosae.


Vivant et res publica
et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit.


Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.



Lirik lagu Karena Cinta, diambil dari situs ini

Hari ini,
adalah lembaran baru bagiku
Ku disini,
karena kau yang memilihku
Tak pernah,
ku ragu,
akan cintamu
Inilah, diriku,
dengan melodi untukmu

Reff:

Dan bila,
aku berdiri, tegar,
sampai hari ini,
bukan karena kuat dan hebatku
Semua,
karena cinta,
semua, karena cinta
Tak mampu diriku,
dapat berdiri tegak
Terima kasih, cinta
Inilah, diriku,
dengan melodi untukmu